Posted by Unknown in
Disinilah gw berada sekarangMedan, Polonia Airport.
Untuk pertama kalinya gw menginjakkan kaki disini, di suatu tempat yang gw ga sangka bakal sampai sini. Gw menunggu Putri yang akan segera turun dari pesawat juga. Meskipun satu pesawat tapi kita berbeda tempat duduk yang cukup jauh,
Gw melihat Putri, wanita yang gw cari-cari selama ini. Dia tersenyum dari atas ke gw yang udah turun duluan.
Ada perasaan tidak percaya dalam diri gw, gw akhirnya menemukannya. Dia setelah 3 tahun sangat berbeda.
Kini
dia cantik, jauh lebih cantik waktu SMA dulu, gaya berpakaiannya sangat berbeda, sekarang dia jauh lebih dewasa.
Blazer putih dengan bros bunga pink menambah cantik penampilannya. Rambutnya yang panjang tertiup angin saat dia mulai menuruni tangga pesawat. Tangan mungilnya melambai riang meminta gw menunggunya agar tak beranjak satu langkahpun dari tempat gw berdiri sekarang.
"Aaa.. tunggu..." ucapnya dengan bahasa isyarat
Penumpang lain di depannya turun dengan lambat, gw yang ngeliatnya aja gregetan. Sambil menunggu, gw ga sengaja melihat kaca mobil yang ada disekitar pesawat, gw melihat diri gw yang sekarang.
Gw gondorng dengan jenggot yang tidak rapih, kumis yang nanggung dan kurus, dibungkus dengan kaos putih lengan pendek dan jeans biru yang gw akuin udah lama ga dicuci.
Gw sedikit malu dengan penampilan gw, malu disandingkan dengan Putri yang sekarang, yang terawat dan bersih.
"Aa... ada bagasi ga?"
"menurut kamu?"
Putri memandangi gw dari atas sampai bawah, memerhatikan apa yang ada dibadan gw dan apa yang gw bawa.
"Aku cuma bawa yang ada dibadan ini aja Put" jawab gw menjawab semuanya
"......." putri masih memerhatikan gw
"udah Put gusah diliatin gitu, malu aku" ucap gw lagi
"hehe dasar Aa.. aku ada bagasi kita ambil dulu ya..." katanya kemudian
"......."
"Aa kenapa diam? ayu.. udah malam, kamu juga belum makan kan? kita makan dulu.. aku tau tempat yang eeeenaaaaaak buat aa"
Jujur..
Gw malu.
Gw ga bawa apa-apa
Gw ga bawa hadiah atau semacamnya
Gw juga gatau uang gw bisa cukup atau engga...
Gw mengikut Putri dari belakang dan mengejarnya, Putri sangat riang sekali, menggoda gw yang kebingungan di bandara, mulutnya tak henti-hentinya berbicara seperti seorang guide.
Ditengah kebingungan gw sebenarnya, gw memikirkan hal yang sangat penting..
Gw tidur dimana?
Gw cuma kuat bertahan semalam disini dan makan seadanya untuk membeli tiket pulang kembali.
Saat menunggu bagasi.
Putri sepertinya tau apa yang gw pikirkan.
"Aa.. nanti kita dari sini kita makan dulu ya.."
"Nanti tasku diambil sama supir Papa.."
"kita jalan berdua aja naik taksi, banyak kok ekspress taksi, atau mau naik betor?"
"Betor? apa itu Put?" tanya gw menjawab pertanyaan nya
"Betor itu becak motor Aaaaa... ga ada kan disana? nanti cobain yaah hehehe"
Gw hanya mengangguk setuju dan kembali mendengarkan dia.
"Aku mau ketempat yang selalu aku bayangin kalo sama Aa nanti"
"abis makan ajaa kita kesana...."
"Aa nginep dirumahku aja ada kamar kok banyaaak tinggal pilih aja"
Gw kembali mengangguk-angguk tanda setuju, dan segera keluar dari pintu kedatangan. Lalu dia melambai ke seseorang di luar sana, lalu orang tersebut membawakan semua tas yang gw pegang dan memasukkannya kedalam mobil.
Putri..
Inikah kamu sekarang..
Dijemput mobil bagus beserta supirnya.
"A.. aku udah bilang ke Mama, aku bareng kamu.. mau ke Merdeka Walk"
Lalu..
kami mencari taksi dan mulai berjalan ke arah tempat makan yang dimaksud.
Mulai dari masuk taksi dan didalamnya, sepanjang jalan Putri memegang tangan gw tak melepaskannya. Sesekali dia hanya tersenyum penuh arti melihat gw.
"Darii dulu..Aku pengen makan McFlurry tapi aku cuma mau bareng kamu A.."
Kami mampir sebentar ke McD dan membeli1 buah McFlurry.
Putri hanya cengar-cengir bahagia memakan eskrimnya, seperti orang tidak pernah makan eskrim sebelumnya.
Lalu
kami pun ke Merdeka Walk, Putri langsung mengajak gw jalan-jalan disana. Tempat ini luar biasa gw melihatnya, tempat nongkrong, hiburan, makanan, dan pertunjukan. Putri membawa gw ke sebuah permainan seperti TimeZone
"A.. ayo tanding..." katanya
"tanding? tanding apa?" tanya gw heran
"Ini.. " kata putri sambil memberikan gw stik drum yang baru diambilnya dari salah satu permainan
"astaga Putri.... kamu ajak aku kesini cuma mau main iniiii?" tanya gw melongo
"A.. aku ingin ini dari dulu.. sejak aku kesini, aku mau main ini sama kamu.. ya A? sekali aja.. aku kepengeeeen"
"Dasar kamu... Ayok sapa takut.. tapi..." ucap gw dan terhenti
"tapi apa A?"
"tunjukin aku dulu caranya hehehe aku juga belom pernah main" jawab gw
Putri ketawa melihat gw yang belum pernah main seperti ini. Dia mengajarkan gw dan memulai duluan.
Gw lalu merekam nya lewat HP gw, Putri hanya tersenyum-senyum malu saat gw merekamnya, awalnya canggung tapi kemudian dengan lincah dia mengetuk-ngetuk stik drum dengan irama yang tepat.
"Sekarang kamu.." katanya kemudian setelah selesai
Gw? ga butuh waktu lama sampe Putri ketawa hingga keluar air mata meihat gw yang kaku memainkannya.
"HaHaHaHaHa... payah kaliii... Aa..."
"hahaha aku baru pertama Put"
Kami bermain sampai 3 kali dan gw semuanya kalah.
Masih di Merdeka walk, kami pun makan.
Hanya makan Sate Padang dan teh botol dingin udah cukup bagi gw untuk membuat perut ini kenyang.
Kami makan sambil mengomentari orang-orang disana, mengomentari tempat ini dan suasananya.
Setelah semuanya, kami pun pulang. Putri mencegat lagi taksi express yang lewat didepannya.
"Pak Titipapan ya No sekian sekian.." ucapnya kepada supir taksi
Taksi pun melaju, melewati malam dengan kami didalamnya.
Kembali di dalam taksi Putri memegang tangan gw, tapi kali ini tubuhnya merapat dengan tubuh gw lalu kepalanya menyender di bahu gw.
"A... aku seneng banget.." katanya memulai pembicaraan
"aku juga Put"
"A.. kamu.. kurus.. sering begadang ya? berapa kali kamu sakit A? sekitar mata kamu juga hitam, rambut kamu gondrong, nanti potong ya? bareng aku aja potongnya"
"Iya Put, aku sering begadang, kadang gabisa tidur juga"
"emang Mikirin apa?"
"Kamu" jawab gw singkat
"Huuu..Kok kamu bisa bisa dibandara A?" tanyanya lagi
"Aku baca status kamu di FS..kamu kenapa ada di Jakarta?"
"aku dari rumah A (Bandung), ada yang diurus disana"
"Oooo.. kenapa ga bilang? kita bisa ketemu dan aku bisa nemenin kamu"
"Maaf A.. " ucap Putri menyesal
"yasudah gapapa.." jawab gw menghiburnya
Taksi masih melaju dan Putri semakin menyenderkan kepalanya ke bahu gw, parfumnya sampai gw bisa cium sekarang.
Kami terdiam, gw akhirnya memandang keluar jendela taksi dan menikmati indahnya lampu kota di sepanjang jalan ini.
Hingga..
Taksi pun berhenti di depan rumah yang cukup besar.
"Sampai pak, ini rumahnya?" kata supir taksi bertanya
Gw mencoba membangunkan Putri yang rupanya tertidur di bahu gw.
"Put.. bangun.. ini rumah kamu bukan?"
"Putt.. bangun donk..."
Putri lalu bangun dan melihat sekelilingnya.
"Iya Pak betul.. Nepi aja didepan aja pak" ucapnya ke Supir taksi tersebut.
Taksi pun menepi,
Namun Putri masih aja menyenderkan kepala nya ke bahu gw, melanjutkan untuk tidur.
"Put keluar donk, kok malah tidur lagi" protes gw
"Engga A, Aku masih mau disini... Sama kamu...", ucapnya sambil memejamkan mata
"Put.."
"Aa brisik deh.. Aku mau tidur.. Aku Sayang kamu A, Met Bobo"
Dasar Putri,
Maaf pak Supir, dia memang begitu
Dia memang tertidur ditaksi

No Response to ".::Have I Told You Lately That I Love You::. Part 75"
Posting Komentar