.::Have I Told You Lately That I Love You::. Part 80

0 komentar
Entah berapa lama gw tertidur sampai gw merasakan sebuah selimut yang diletakkan dibadan gw, seinget gw terakhir kali menunggu Lisa membaca semua tulisan gw.

"eh Lis..." kata gw kaget dan membenarkan posisi badan

"eh Nda.. Maaf kamu jadi kebangun" kata Lisa

"umm.. jam berapa sekarang Lis?" tanya gw

"Jam 4 Pagi Nda... mau tidur lagi apa bangun?" jawabnya sambil senyum

"lho kamu ga tidur?"

"aku baca cerita kamu sampai Habis..."

"ohya? gimana? ga terlalu burukkan? hehe"

"engga.... Nda...." ucap Lisa sambil menutup Laptopnya

"ya?"

"Kamu masih mengingat semuanya ya?"

"begitulah..."

"aku seperti balik lagi ke yang dulu saat kita masih malu-malu dan jujur"

"haha iya, maap yak jadi membuka kenangan lama" kata gw meminta maaf

"gapapa, ternyata meskipun jalan yang kita tempuh berbeda tapi kita masih bisa bersama.. dengan cara yang berbeda" ucap Lisa

"yup, betul, ga masalah kan jalan yang kita ambil? kita masih disini"

"kecuali satu..." kata Lisa dengan cepat

"kecuali satu..." kata gw mengulanginya dengan lambat

.....................
..............
.....
...
Kembali ke Masa Lalu, Jakarta

Gw kembali menginjakkan kaki di Jakarta, tempat gw menuntut ilmu. Dua jam yang lalu gw baru aja meninggalkan Medan beserta seseorang yang sangat berarti bagi gw.

Masih terbayang saat kami bertatapan terakhir di bandara, sama-sama tidak mau kehilangan pandangan, yang kemudian dipisahkan secara paksa oleh kerumunan orang-orang yang mendesak gw agar masuk lebih dalam ke bandara.

Gw mencari-cari sesuatu dikantong celana gw, sebuah cincin kaleng yang dikembalikan oleh Putri ketika gw mau berangkat.

"Nanti kembalikan padaku ya cincinnya, jangan sampai hilang"

Begitu katanya, gw tersenyum saat mengetahui arti perkataannya. Putri memang tidak pemah mengucapkan Selamat Tinggal sama sekali, tidak pernah!
Dia meminta gw mengembalikan cincin ini padanya suatu saat nanti, yang artinya gw mesti balik kesana dan tidak melupakannya.

Uang gw tinggal berapa puluh ribu lagi, gw harus menabung dan mencari uang lebih keras dari kemarin-kemarin.
Ada suatu tujuan baru dalam hidup gw yaitu,
Lulus kuliah
Kembali kesana
Mencari pekerjaan
Melamarnya
lalu..
Menikahinya..

Menikahinya sebuah puncak dari semua harapan di tujuan hidup gw, ga ada yang lain lagi.
Meskipun harus menunggu lagi dan lagi.. gw siap. gw pasti bisa..
3 Tahun aja gw mampu, setahun lagi kenapa tidak?

Lalu..
gw kembali menajalani hari menjadi seorang mahasiswa.
Hari pertama setelah bolos panjang gw mendapat sorakan girang temen-temen gw dan sebuah ancaman dari dosen.
Gw berjanji kepada Dosen itu, gw yakin gw bisa meraih nilai bagus dalam kelasnya di UAS nanti.

Selama itu juga gw ga pernah putus komunikasi dengan Putri, dia menjawab dan memerhatikan hidup gw sekarang.
Mungkin.. dia mengerti kita adalah sepasang kekasih.

Mulai dari bangun tidur sampai mata terpajam gw selau diingatkan olehnya.
Jujur..
Gw lebih senang seperti ini.

Kami menelpon, berbicara, bercanda pada saat kami sudah tidak sibuk dengan urusan masing-masing, yaitu pada malam hari hingga kami tertidur.

Mendengarkan hembusan nafasnya saat gw tau bahwa dia tertidur adalah suatu hal yang membuat gw damai, membuat gw bersukur gw masih bisa bertemu dengannya.

"Put, aku sayang kamu..."
"Sayang banget.."

Gw selalu membisikkan kata-kata terakhir itu sebelum gw menutup telepon, gw tau dia tertidur tapi gw yakin alam bawah sadarnya menerima ucapan sayang dari gw, gw bener-bener ga mau sekalipun dia berhenti mikirin gw meskipun di dalam tidurnya.

Tentang Lisa, Kamu bertemu beberapa saat kemudian setelah kepulangan gw dari Medan.
Gw memberitahu gw udah menemukan Putri dan gw ceritakan semuanya. Gw menceritakannya dengan penuh antusias seperti anak kecil yang menemukan kembali mainnya ada dimana.
Lisa ikut senang dengan apa yang gw rasakan, kami bertemu sampai larut malam dan berhenti saat seseorang menjemputnya di luar.

"kamu dijemput?" tanya gw heran saat dia pamit untuk pulang

"iya Nda.. ikut?" tanya nya juga ke gw

"ah engga enak ah Lis, aku ga kenal, kamu aja duluan.." jawab gw menolaknya

"kamu kenal Nda.. kenal banget.. yuk ke parkiran.." tawarnya

Gw terheran-heran dan memutuskan untuk mengikutinya, kami ke perkirann mall tersebut dan melihat seorang laki-laki disana menyender ke sebuah tiang yang sedang asik dengan rokoknya.

"rokok mulu... buang.." kata Lisa sambil mengambil rokok dari Ari

"hehehe maap" jawab Ari

"Lho.. kalian?" tanya gw dengan muka melongo

"Sobbbbaaaat gueeeeeee pakabaaarrr loooo? diem-diem ajaa sama gw yak lo....?" kata Ari secepat gw bertanya

Lisa hanya tersenyum melihat gw yang terheran dan berbicara

"kami baru memulainya Nda.."

Gw melihat mereka satu persatu secara bergantian.

"Nda... kami baru memulai nya kok.." kata lisa mengulanginya

"duduk sob..." kata Ari menyuruh gw duduk

Kami bertiga duduk di pinggiran trotoar parkiran, kami tidak malu karena itulah kami, cuek.
Posisinya Gw, Lisa ditengahnya dan Ari

"Aku tadi mau ngomong juga tapi kamu terus-terusan berbicara tentang Putri Nda...." ucap lisa memulai pembicaraan

"HA? PUTRI? DIMANA DIA?" tanya Ari kaget campur shock

Sekarang ada dua Cowo shock didepan Lisa. Lisa hanya ketawa-ketaa geli melihat kami berebutan saling bertanya tentang yang ga kami tau.

"hahaha kaliaaaan sama aja yaa, ga bisa sabar" tawa Lisa

"Kamu dulu Lis kok bisa?" tanya gw dan langsung dipotong oleh Ari

"Putri dululaaaah, lamaaan dia daripada kita sob" tanya Ari ga mau kalah

"stooppp..stopppppp.. aku jawab Nanda dulu ya sayang.." tengah Lisa melerai kami

"sayaaangg?" tanya gw makin shock

"iya Nda.. kami udah berkomitmen. Maaf aku dan Ari merahasiakannya. Sebagai bagian dari masa lalu kamu, aku merasa malu menyampaikannya ke kamu Nda.." jawab Lisa dengan lembut

"betul Sob, apalagi gw, gw malu ketemu lo" jawab Ari juga

"kenapa harus malu?" tanya gw bertambah bingung

"Kamu itu bagi kami..bukan orang lain Nda. Kami bagian dari kamu"

"maksudnya?" tanya gw lagi

"Aku mengerti kamu Nda, kamu menunggu dan mencari-cari Putri selama itu sedangkan kamu seperti yang kamu tau.. Kamu sedikit gila"

"HAH GILA, Selama ini kalian menganggap gw gi...?"

"Sob..bukan.. lo dengerin dulu Lisa yang bicara" Ari menyuruh gw diam

"Nda.. kamu gila dalam hal mencintai"

"........" gw terdiam

Gw terdiam karena mereka benar, gw terlalu berlebihan seperti kejadian yang baru gw ceritakan ke Lisa.
Gw ga peduli perasaan meraka padahal gw tau mereka bagian dari diri gw dimasalalu, harusnya gw lebih memikirkan perasaan mereka saat gw bercerita tentang Putri, terutama Lisa.

"Nda..." lanjut Lisa kemudian

"kenapa kalian malu...?" tanya gw dengan memohon

"kami malu terhadap diri kami sendiri, kami berdua menjalin hubungan, sedangkan kami tau, kamu masih berjuang mendapatkan seseorang yang ga ada.... Ga ada Nda" (#maksud Lisa ga ada adalah: gw mencari Putri yang ga pasti dia ada atau engga, sebelum gw ceritakan tentang Putri ke dia barusan)

"............" gw terdiam

Mereka benar lagi..
Gw bahkan lupa sama diri gw sendiri,
Lupa sama mereka, lupa dalam artian kegiatan mereka sebenarnya apa dan melupakan mereka sebagai bagian diri gw di masa lalu.

"Maafin aku Lis.."
"Ri gw minta maaf" kata gw meminta maaf ke mereka berdua

"ya Nda.. gapapakan kami kaya gini?" tanya Lisa lagi

"Lho? kenapa nanya ke gw, kalianlah sekarang tokoh utama dalam cerita kalian kan? kalian kan yang membuat jalan kalian sendiri? kenapa minta pendapat ke aku?" jawab gw

"hahaha.. Kamu. Itulah kamu nda..." kata Lisa haru

"elo emang sobat gw" kata Ari ikutan haru

Kami pun berdiri dari duduk

"eehhmmm...ada yang ketinggalan nih" Ari berdehem

"apa sob?" tanya gw

"Lalu Putri bagaimana sekarang? bisakan lo ceritain gimana dia?"

"Wah bisa banget sob.. Hmm...Ikut gw.."

"lho kemana?" tanya Lisa heran

"Mungkin dengan gw mengajak kalian minum secangkir kopi lagi bisa membuat gw mengenal kalian kembali" kata gw sambil tersenyum lebar

Mereka lalu ikut tersenyum, tertawa dan merangkul gw

Akhirnya..
Malam itu gw habiskan dengan Kedua Sahabat gw

Have I Told You Lately That I Love You (2)

If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

No Response to " .::Have I Told You Lately That I Love You::. Part 80"

Posting Komentar