Posted by Unknown in
Minggu, 19 Mei 2013
Rumah Ari dan Lisa, Ruang TV, pukul 04.00 Pagi.
"gapapa, ternyata meskipun jalan yang kita tempuh berbeda tapi kita masih bisa bersama.. dengan cara yang berbeda" ucap Lisa
"yup, betul, ga masalah kan jalan yang kita ambil? kita masih disini"
"kecuali satu..." kata Lisa dengan cepat
"kecuali satu..." kata gw mengulanginya dengan lambat
Suara adzan Subuh menyadarkan kita berdua dari lamunan masa lalu.
"solat dulu Nda.. siap-siap.. jadi kan ke Putri hari ini?" kata lisa kemudian
"Pasti, aku udah ga sabar, sebentar lagi ya..." jawab gw sambil kembali merebahkan diri.
Kemudian hal yang ga gw sangka yang dilakukan Lisa, yang udah lama ga gw rasakan, mungkin 9tahun lalu terakhir kali Lisa melakukannya, Lisa mengelus-elus rambut di kepala gw
"Jangan lama-lama ya Nda.."
"Lis.. "
"Ya Nda? kenapa?" tanyanya sambil masih mengelus-elus kepala gw
"Aku.. bodoh ya?" tanya gw
"Bodoh, kenapa?"
"OOoohh aku ngerti. Engga Nda.. kamu kan udah dapat jawabannya kan?"
"Iya.. udahlah lupakan.." kata gw menutup obrolan
"Aku bangunin Ari dulu..." ucapnya dan meninggalkan gw
Sebentar lagi.. Dari rencana kami, Jam 06 Kami berangkat..
Untuk bertemu Putri...
.............
........
...
..
..
Masa lalu
Setelah malam gw bertemu kedua sahabat gw. Gw juga memberitahu kabar mereka ke Putri.
Putri yang mendengarnya langsung antusias sekali, dia juga merindukan Lisa dan Ari.
"A.. kamu cerita apa ajaaaaa ke Lisa sama Ari?"
"mereka jadiaaaan yaaaaaaaa? kok bisaaa Aaaaaaa" tanyanya dengan gayanya yang khas
(sumpah gw nulis ini mau nangis begitu inget)
"ya bisa lah Put, mereka makin deket, setelah kamu kabur"
"hahaha iya sih maap.. maap.. haha"
"Aku sayang kamu Put" ucap gw tiba-tiba karena gw ingin mengatakannya
Putri terdiam sebentar karena ucapan gw yang tiba-tiba aja
"Aa.. maapin aku dulu ya.." ucapnya dengan pelan
Gantian gw yang terdiam
"Aku.. juga sayang kamu.. aku ga akan lagi kabur dari hidup kamu A.." lanjutnya kemudian
"Janji?" kata gw
"Janji A.." jawab Putri
"Jaga perasaan kita ya.. Aku terlalu sayang sama kamu Put, Aku janji kedatanganku yang berikutnya ke tempat kamu adalah untuk mengembalikan cincin ini ke kamu"
"Iya aa.. Aku tunggu ya?" jawab Putri dengan suara manis nya yang sampai sekarang ga bisa gw lupakan
"Janji ya tunggu aku Put?" tanya gw untuk meyakinkan diri gw sekali lagi
"Iya Aaaaa.. Aku janji, cuma kamu yang bisa masukin cincin ke jari aku" jawab Putri
"Sayang kamu..." ucap gw lagi
"Aa... udaaaaaah bisa abis nanti sayangnya dikeluarin mulu...haha" canda Putri ke gw
"Ga akan.. aku punya stok kata sayang yang cukup sampai kita mati nanti" jawab gw
"aa.."
"ya.."
"aku juga punya stok kata sayang yang banyak kok.."
"Huuu ga kreatif ngikut mulu, sebanyak apa Put? tanya gw
"sebanyak sampe.... Besok." jawabnya dengan candanya
"Koooookkk besok? aku aja sampai mati kamu cuma sampai besok?" protes gw
"Iya donk Aa.. sampe Besok saat matahari ga keluar lagi di sebelah Barat hahaha.." lanjut Putri meneruskan ucapannya
"Barat? Timur kaleeeeee.... Oon nya masiiihhh ajaaa nih haha" tawa gw
"yeeeee matahari aa mah disebelah barat" jawab putri ngeles
"Dasar kamu..."
"Dasar Aa...."
"Dasarrr kamuuu..."
"Dasaaaar Aaaaaaa...."
"Sayang kamu.."
"Sayang Aa....."
Kemudian kami saling diam, menerima setiap rasa sayang yang barusan diucapkan... sampai akhirnya gw mendengar suara nafasnya..
Putri tertidur..
Gw menutup mata membayangkan gw ada disana,
Menatap Wajahnya..
Memegang tangannya..
Mengelus rambutnya..
dan
Mengecup keningnya..
"Selamat Malam Sayang..." ucap gw pelan dan menutup telfon
.....
.......
.........
Kemudian..
Hari pun berganti lagi, gw bangun terlalu cepat pagi ini, yang biasanya jam 5.30 kali ini gw bangun jam 4.30.
Gw bangun dan gabisa tidur lagi. Hingga beberapa menit kemudian Hp gw berbunyi tanda SMS masuk..
"Aa.. bangguunnn... subuhhh"
Gw membalasnya dan ini percakapan kami di SMS:
"Udah Put, aku udah bangun duluan"
"Bagoossss... Aa.. aku ke kampus pagi-pagi ya? jam 7, aku buru-buru mau ketemu dosen, lupa bilang kamu semalem aa sarapan sendiri yaaaa..."
"Lho emang sarapan sendiri kan? haha. Iya Put tiati ya"
"iya aa. nanti aku kabari kalo udah selesai, Love u"
"Love you too"
Lalu gw mandi dan bersiap untuk mencari sarapan dan langsung berangkat untuk kuliah Pagi.
Jam 07.00
Gw melihat HP, mungkin Putri udah sampai kampusnya dan sekaran glagi bertemu dosennya
Jam 08.00
Gw udah masuk kelas dan mengikuti mata kuliah, masih tidak ada kabar dari Putri. Mungkin belum selesai.
Gw gak mau ganggu dan gw hanya Sms
"Put.. Sarapan ya jangan lupa"
Dan.. tidak ada jawaban darinya.
Jam 09.00
Gw bolak-balik menatap HP gw, ga seperti biasanya, biasanya langsung dibalas meskipun cuma 1 Huruf "Y"
Gw akhirnya mengirimkan SMS berkali-kali
Dan.. Masih tidak ada jawaban darinya..
Jam 10.00
Gw kembali sibuk oleh mata kuliah pemograman gw dan hanya sesekali gw melihat HP.
Jam 10.50
Gw merasakan HP gw bergetar dan gw melihat layarnya..
Ternyata "ARI"
Gw merasa ga penting buat mengangkatnya sekarang, karena gw lagi dalam kelas. Berkali-kali Ari menghubungi gw namun ga gw angkat-angkat.
Lalu
"LISA". ternyata Lisa juga menghubungi gw, tapi juga ga gw angkat. Paling mereka cuma mau merencakan ketemuan lagi, panggilan dari Lisa juga ga gw angkat.
Kamudian..
Gw merasakan HP gw bergetar lagi, dan gw melihat layarnya lagi..
"+6261xxxxxxxx"
DEG.. Gw menatap dan mencerna nomor asing tersebut..
061 sebuah kode area dari Medan. Gw yang mengira ini Putri langsung mengangkatnya walaupun didalam kelas..
"Putriiiii........ kemana aja baru ngasih kabar sekarang?" tanya gw dengan bisik tertahan
"Nak Nanda..." ucap seorang wanita disana
Ternyata bukan Putri yang nelfon gw..
"Iya, saya Nanda, maaf ini siapa ya?" tanya gw masih berbisik
"Ini Tante, Mamanya Putri" jawabnya
DEG.. Perasaan gw langsung ga karuan
"i..iya tante.. ada apa tante?" tanya gw
"Nak Nanda.. Putri titip pesen...." ucap mamanya Putri tertahan
Gw yang mendengar nada suara nya, gw merasakan sesuatu yang terjadi disana
"Kenapa Putri? ada apa dengan Putri? titip pesen apa?" tanya gw dengan suara yang membuat temen-temen gw akhirnya ikut mendengarkan gw berbicara
"Nak Nanda.. Putri kecelakaaan..." jawabnya kemudia
"Apa?" tanya gw sekali lagi ga percaya apa yang gw dengar
"Putri kecelakaan dan......" ucapnya terhenti dan terisak
"dan.. meninggal dunia Nak Nanda... Dadanya hancur tertabrak tidak tertolong lagi" lanjutnya kemudia diiringi dengan suara tangis yang tertahan
"BOHONG!!! TANTE BOHONG!" teriak gw tanpa sadar sehingga seluruh isi kelas kini menengok ke arah gw semua
"Sabar ya..." ucapnya lagi
"BOHONG INI PASTI BOHONG GA MUNGKIN...." teriak gw histeris di telp
",......." gw ga denger pasti ngomong apa berikutnya
"ENGGA.. ENGGA BISA.. KAMI UDAH JANJI SEMALAM TANTE!! KAMI UDAH JANJI GAK MUNGKIN!!"
"Sabar nak Nanda.." tangis mamanya Putri begitu mengetahui gw yang tidak terima
"tante ga berbohong kan sama sayaaaaa...?" tanya gw melemah dan mulai menangis-nangis di telp
"Tidak.. tante menyampaikan ke kamu, karena Putri yang ingin kamu tau, sehingga ga menunggunya lagi..." jawabnya sambil menangis
"engga tante.. engga... bukan ini yang kami inginkan.." kini gw ga peduli keadaan sekitar yang ngeliat gw menangis di dalam kelas
"bisa kamu kesini" pintu mamanya Putri
"bisa tante.. saya sekarang kesana.. tunggu saya ya Tante.. tunggu saya.." pinta gw dan memelas melas
"iya.. kami tunggu.."
Telp pun ditutup.
Setelah akhir pembicaraan tadi, gw menangis ga kuasa buat gw menahannya walau cuma setetes.
Teringat semua pembicaraan kita semalam, tentang janji kita semalam, tentang impian gw, tentang keinginannya, tentang semuanya.. SEMUANYA.
Rupanya pembicaraan kami yang semalam adalah sebuah pertanda..
Putri bilang dia punya stok sayang yang banyak, banyak hanya sampai besok, ternyata benar.. tak perlu menunggu matahari ga terbit dari timur lagi, Besok itu ternyata hari ini.
Gw shock dan mata gw ga bisa ngeliat karena terhalang oleh air mata yang ga berhenti keluar, sampai gw merasakan temen-temen gw menepuk-nepuk pundak gw, mencoba memberikan gw kekuatan dan ketebahan menerimanya...
"Sabar ya Nda..."
"Nda.. Sabar ya Ikhlas.."
"yang Ikhlas ya Nda.."
Itu semua yang hanya gw dengar, mereka ga tau betapa diri gw merasa kehilangan yang sangat-sangat dalam.
Lalu gw berdiri, dan melangkah seperti orang mati keluar kelas.. beberapa temen gw mengikuti gw keluar kelas dengan izin dosen kelas.
Gw berjalan menyusuri lorong kelas dengan insting..
Gw gatau gw mau kemana
Gw gatau harus gimana
bahkan
Gw gatau ini dimana.. Gw..shock...
Yang gw tau berikutnya gw udah dipinggiran tangga darurat, menatap kosong didepannya, gw seperti melihat lubang disana..
Mungkin lebih baik..
Gw..
Ikut mati..
Namun, sebelum gw melangkah lebih lanjut gw ditarik oleh temen-temen gw dan didudukkan oleh mereka
"NDA.. SADARR"
Gw ga peduli
"NDA.. LO JANGAN GINI"
Gw ga peduli
"NDA!! ISTIGFAR, SEBUT NAMA TUHANMU!!!
Gw ga peduli meskipun disebut nama Tuhan
"Dia pergi..." ucap gw kemudian
"Dia.. mati" lanjut gw
Gw kembali berdiri namun ditahan oleh temen-temen gw yang ada disana dan meminta gw untuk minum dan duduk kembali
"NDA.. LO HARUS SABAR DULU"
Pikiran gw udah dipenuhi oleh semua kenangan akan dia, waktu ketemu di bandara dan melewatkan hari-hari selama seminggu disana. kemudian gw teringat..
Putri pernah meminta gw untuk memenuhi semua keinginannya,
Lari pagi sama gw
Dianter kuliah sama gw
Belajar dikelas dikampus sama gw
Dijemput sama gw
Main timezone sama gw
Makan pizza sama gw
Beli Ice cream Cone untuk dimakan sama gw
Potong rambut sama gw
Nonton bioskop sama gw
SEMUA.. SEMUANYA INGIN SAMA GW!!! DAN DIA MEMINTA MAAF UNTUK ITU! MEMINTA MAAF AGAR MENURUTI SEMUA KEINGINANNYA! YANG TERNYATA ITU SEMUA KEINGINAN TERAKHIRNYA!
CUMA SAMA GW..!
Gw kembali nangis, mungkin suara tangisan gw seperti berharap ada seseorang yang mau menolong gw, menarik gw dari keadaan gw yang seperti ini.
"Pinjemin gw uang..."ucap gw ditengah tangisan gw
"Pinjemin gw uang sekarang,, please..pleasee. gw pinjam uang kalian.."
"Berapa Nda..? tanya salah seorang temen gw
"2,5 Juta. Gw ga punya tabungan lagi buat kesana, please pinjemin gw uang kalian semua... berapapun.. berapapun..." pinta gw seperti pengemis
"Gw cuma ada 100" jawab temen gw dan langsung gw rebut uangnya
"Gw 30" jawab temen gw yang lainnya dan langsung gw minta
"Lagi... gw butuh uang beli tiket, sekali jalan juga gapap yang pentin gw sampe sanaa.. bantu gw please.." pinta gw yang ga gw pikirin lagi harga diri gw
Lalu temen-temen gw yang lain menyusul dan berkumpul di depan gw sekarang, rupanya kelas udah usai. Ada yang bilang ke mereka kalau gw ada disini dan menjelaskan masalah yang gw hadapin sekarang.
Mereka pun mulai patungan.
Akhirnya terkumpul uang 2jt sekian,
"Makasih semuanya, gw pasti bayar.. gw pasti balikin uang kalian, gw ga inget semuanya tolong ingetin gw.." ucap gw berterimakasih
"Nda.. balik lagi kesini ya! jangan nekat dan ceroboh lo" ucap temen gw
Gw merogoh saku celana gw dan mencari-cari sesuatu
"Ini kunci kamar kos gw, kalau gw pergi ga balik.. kalian bisa jual seluruh barang gw.. Baju, Komputer, Laptop, semuanya..." jawab gw sambil memberikan kunci kamar gw ke mereka
"Nda.. bukan ini, kita ingin lo hati-hati aja..."
Gw pergi meninggalkan temen-temen gw dan ga mendengarkannya lagi, gw juga ga peduli, meskipun mobil gw tabrakan atau pesawat gw jatoh mungkin itu yang gw harapkan, mereka bisa menjual seluruh isi kamar kos gw.
Gw langsung kebandara menaiki sebuah taksi yang gw minta kecepatan penuh.
Di dalam perjalanan gw udah ga bisa nangis lagi, mungkin air mata gw udah abis karena menangis selama tadi.
Rasa sedih
Rasa kehilangan.. Kini berubah menjadi amarah.
Gw marah karena Putri diambil olehNYA.
Gw mengumpat, gw menggerutu dan gw marah kenapa terjadi sama gw.
Gw yang udah menunggu lama dan baru 10 hari berpisah kini harus terpisah lagi selamanya.
Gw membeli tiket dan beruntung gw mendapatkannya.
Gw menelpon Mamanya Putri dan mengatakan kalau gw sampe mungkin jam 4, dan gw rupanya bakal dijemput disana.
Pemakaman ditunda hingga gw datang.
Kini gw berada di Gate yang sama, waktu gw ketemu dengan Putri setelah 3 tahun berpisah..
Seperti melihat ke masa lalu, gw melihat Putri disana.. dan gw menghampirinya..
Gw menghampiri bangku kosong itu dan memanggilnya seperti yang gw lakukan waktu itu
"Putri...?"
"Putri..? Ini aku.." panggil gw mengulanginya
Dan gw lalu tersadar, itu cuma bangku kosong, gw berhalusinasi.
Gw duduk dibangku itu. dan menunduk menatap lantai seraya berucap sendiri..
"Put.. kenapa kamu ninggalin aku si..."
"Bukannya kita udah janji..."
Gw membuka HP gw dan membuka Inbox dan sent Item..
ternyata..
tidak ada satupun SMS gw yang terkirim.. semua pending.
Kenapa gw ga sadar ternyata pending.
Mata gw kembali berlinang saat memegang HP ini,
Gw membuka Gallery dan melihatnya foto-foto gw terakhir dengannya.. dan gw inget betul kejadian maupun ucapan yang ada sebelum foto itu diambil.
"Put... aku nyusul kamu boleh?" kata gw kepada fotonya dia
Sebuah pikiran gila dari otak gw, membuat gw berhalusinasi lagi
"Tidak Aa.."
"Kenapa ga boleh?"
"Karena Aa masih Hidup aku sudah Mati.."
"Lho? kan Mati bisa ketemu nanti di akhirat.."
"Engga Aa.. setelah mati kita malah masing-masing"
"Kenapa aku ga boleh Mati Put? meskipun nanti masing-masing aku juga bisa nyari kamu seperti waktu di dunia ini kan?"
"engga Aa.."
"Bisa Put, aku bakal cari kamu.. Ijinin aku mati ya?"
"Aa..ENGGA!" ENGGA!"
DEG..
Gw kembali tersadar saat otak gw mulai berpikir ga mungkin.
tersadar mendengar panggilan untuk memasuki pesawat.
..
....
.....
.......
"Pak kita rumah sakit mana?" tanya gw ke seseorang yang menjemput gw di bandara tadi.
"Kita kerumah bang, udah dibawa dari RS ke rumah, tadi pas abang terbang kayanya..." jawabnya
"....."
Gw diam aja,
Sebentar lagi gw bakal ketemu Putri..
dan..
Sampailah gw ke rumah yang gw kenal, tapi kali ini dengan banyak tetangga atau sodara atau yang lainnya didepan rumahnya.
Gw diantar hingga kedalam dan menemui mama papanya.
"Nak...." ucap Mamanya Putri sambil memeluk gw
"Iya tante, saya datang.."
"itu disana..." lanjut mamanya putri kemudian
Gw melihat sebuah bentuk tubuh yang ditutupi oleh kain dari ujung kepala sampai kaki.
Gw melangkahkan kaki..
Perlahan dan Perlahan..
Satu langkah..
Dua..
Tiga..
Setiap kaki yang gw langkahkan, gw coba membuat diri gw tegar.
Namun..
Ketika semakin dekat.. Gw malah terjatuh.. kaki gw lemas.. ga bertenaga.. Tangan dan kaki gw gemetar ga sanggup melangkah.
Gw dibantu oleh Papanya Putri untuk terus mendekati Putri..
Sampai tiba gw disampingnya..
Gw berucap
"Put.. aku datang..."
Saat gw berbicara, gw melihat mamanya Putri menangis lagi
"Put.. maap, aku lupa bawa cincin nya..."
Mamanya Putri semakin menangis, dan Papanya Putri memegang bahu gw erat-erat
"Put...."
Gw pun membuka kain yang menutupi mukanya, saat melihat mukanya..
Akhirnya gw ga sanggup ngomong lagi,
Tumpah semua air mata gw di depan dia,
"Put... maaaf... aku terlambat.." ucap dan tangis gw
Kini yang gw liat adalah Wajah tanpa ekspresi, pucat dan terlihat terluka namun udah bersih..
Matanya menutup rapat
Bibirnya rapat tersenyum kecil
Tidak ada lagi mata yang dulu memandang gw penuh sayang
Tidak ada lagi senyum manis khas ala Putri
Tidak ada lagi suara manjanya yang akan gw dengar lagi
"Put.. aku datang..." ucap gw sekali lagi
Gw tau percuma gw bilang berkali-kali,
Dia sudah tidak melihat
Dia sudah tidak berbicara
dan Dia sudah tidak mendengar.
Mamanya Putri ga sanggup melihat kami berdua dan meninggalkan kami.
Gw membuka AlQuran, dan membuka surat Yasin
"Putri.. Aku ga bisa kasih apa-apa, bahkan aku belum pernah kasih kamu apa-apa,, cuma cincin kaleng yang dulu aku pernah berikan namun cincin itu juga ga aku bawa.." ucap gw kepadanya sambil mencaro-cari surat Yasin dalam AlQuran
"Put.. ini hadiah buat kamu, yang akan selalu aku bacakan setiap malam untuk kamu..." lanjut gw setelah gw berhasil menemukan surat tersebut
"Bismillahirahmanirohin.. Yaasin.. wal Qur'anlihakiim..." gw membaca surat tersebut
Ayat demi ayat gw ucapkan, cuma awalnya aja gw lancar berikutnya.. gw membaca sambil menangis..
air mata dan hidung yang tumpah seiring dengan bacaan yang gw bacakan masuk kedalam mulut gw..
Gw ga peduli rasa nya, gw terus membacanya hingga ayat ke 83, yaitu ayat terakhir.
Di ayat ini gw melihat terjemahannya
"Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
Gw menatap lama arti ayat terakhir ini..
Dan..
Seketika tangis gw berhenti
Gw mengusap seluruh muka gw
dan
manghapus air mata gw
Tidak ada seorang pun yang bisa mencegahnya jika Sang Pencipta meminta Ciptaannya untuk kembali.
Gw menutup kembali kain yang sebelumnya menutupi wajah Putri dan berdiri.
Masih kemas dan gemetar namun gw merasa sanggup untuk berjalan, gw berjalan menhampiri kedua orangtua Putri.
"Om.. Tante.. sudah disolatkan belum? mau dimakamkan kapan?" tanya gw kepada mereka
"Sudah siap, sekarang pun bisa" kata Papanya Putri
lalu kami semua yang ada dirumah ini bersiap untuk menguburkan Putri, karena hari sudah cukup sore maka harus disegerakan.
Gw ikut membawa tandu dengan Putri diatasnya.
Gw mau melakukan hal terakhir yang bisa gw lakukan untuknya,
Gw membawa tandu sampai ke kuburan dan gw ikut turun kedalam lobang kuburan untuk membantu meletakkan jenazah Putri didalamnya.
Gw memeluk kakinya..
Gw membantu nya ke posisinya dan gw memberikan senderan dikepalanya.
Seperti ada sesuatu yang menguatkan gw untuk melakukan itu semua setelah membaca ayat terakhir tadi.
Setelah itu semua gw menjadi orang terakhir di dalam kuburan untuk naik keatas, dibantu dengan yang lainnya gw naik ke atas. dan mencari pacul namun dicegah oleh Papanya Putri.
Tanah demi Tanah dijatuhkan kedalam Lobang tempat Putri berada..
Menutupi setiap bagian tubuhnya
semakin tinggi tanah yang menimpanya..
Hingga sebuah batu nisan tertancap diatasnya..
Disini terbaring
Putri Novita
Gw menaburkan bunga dan air diatasnya..
menaburkan bunga di setiap jengkal ujung nisan hingga kaki..
Lalu Prosesi pemakaman pun dimulai..
Gw berdoa tak henti-henti untuk mempersembahkan rasa Cinta gw di dunia ini untuk yang terakhir kalinya.
Kemudian prosesi pun selesai.
Satu persatu orang-orang meninggalkan Putri disini
"Sudah Nak.. kita pulang, Putri udah tenang.." kata Papa nya kemudian
"Iya om, duluan aja saya nanti nyusul " jawab gw sambil memegang nisannya
"Oke.. kami duluan, kami tunggu ya dirumah"
"Baik om, tante"
Setelah semuanya pergi,
Matahari mulai menghilang
"Put.. seperti kata kamu.. stok kata sayang kamu habis seiiring matahari ini"
Gw kembali menaburkan bunga di atas nisannya
"Put.. Aku ga akan melupakanmu.. Selamanya.."
"Selama matahari masih bersinar dan memancarkan sinarnya, aku anggap sinar itu lah Kata sayang dari kamu, setuju ya Put?"
"Put.. Aku sayang Kamu.."
"Aku sayang kamu banget...."
Lalu gw bersenandung..
menyanyikan sebuah lagu terakhir kami, saat gw menyatakan cinta
"Now and Forever"
Whenever I'm weary from the battles that rage in my head
You make sense of madness when my sanity hangs by a thread
I lose my way but still you seem to understand
Now and forever I will be your man.
Sometimes I just hold you
Too caught up in me to see
I'm holding a fortune that heaven has given to me
I'll try to show you each and every way I can
Now and forever I will be your man
Now I can rest my worries and always be sure
That I won't be alone anymore
If I'd only known you were there all the time
All this time
Until the day the ocean doesn't touch the sand
Now and forever I will be your man
Matahari pun tenggelam


Rumah Ari dan Lisa, Ruang TV, pukul 04.00 Pagi.
"gapapa, ternyata meskipun jalan yang kita tempuh berbeda tapi kita masih bisa bersama.. dengan cara yang berbeda" ucap Lisa
"yup, betul, ga masalah kan jalan yang kita ambil? kita masih disini"
"kecuali satu..." kata Lisa dengan cepat
"kecuali satu..." kata gw mengulanginya dengan lambat
Suara adzan Subuh menyadarkan kita berdua dari lamunan masa lalu.
"solat dulu Nda.. siap-siap.. jadi kan ke Putri hari ini?" kata lisa kemudian
"Pasti, aku udah ga sabar, sebentar lagi ya..." jawab gw sambil kembali merebahkan diri.
Kemudian hal yang ga gw sangka yang dilakukan Lisa, yang udah lama ga gw rasakan, mungkin 9tahun lalu terakhir kali Lisa melakukannya, Lisa mengelus-elus rambut di kepala gw
"Jangan lama-lama ya Nda.."
"Lis.. "
"Ya Nda? kenapa?" tanyanya sambil masih mengelus-elus kepala gw
"Aku.. bodoh ya?" tanya gw
"Bodoh, kenapa?"
"OOoohh aku ngerti. Engga Nda.. kamu kan udah dapat jawabannya kan?"
"Iya.. udahlah lupakan.." kata gw menutup obrolan
"Aku bangunin Ari dulu..." ucapnya dan meninggalkan gw
Sebentar lagi.. Dari rencana kami, Jam 06 Kami berangkat..
Untuk bertemu Putri...
.............
........
...
..
..
Masa lalu
Setelah malam gw bertemu kedua sahabat gw. Gw juga memberitahu kabar mereka ke Putri.
Putri yang mendengarnya langsung antusias sekali, dia juga merindukan Lisa dan Ari.
"A.. kamu cerita apa ajaaaaa ke Lisa sama Ari?"
"mereka jadiaaaan yaaaaaaaa? kok bisaaa Aaaaaaa" tanyanya dengan gayanya yang khas
(sumpah gw nulis ini mau nangis begitu inget)
"ya bisa lah Put, mereka makin deket, setelah kamu kabur"
"hahaha iya sih maap.. maap.. haha"
"Aku sayang kamu Put" ucap gw tiba-tiba karena gw ingin mengatakannya
Putri terdiam sebentar karena ucapan gw yang tiba-tiba aja
"Aa.. maapin aku dulu ya.." ucapnya dengan pelan
Gantian gw yang terdiam
"Aku.. juga sayang kamu.. aku ga akan lagi kabur dari hidup kamu A.." lanjutnya kemudian
"Janji?" kata gw
"Janji A.." jawab Putri
"Jaga perasaan kita ya.. Aku terlalu sayang sama kamu Put, Aku janji kedatanganku yang berikutnya ke tempat kamu adalah untuk mengembalikan cincin ini ke kamu"
"Iya aa.. Aku tunggu ya?" jawab Putri dengan suara manis nya yang sampai sekarang ga bisa gw lupakan
"Janji ya tunggu aku Put?" tanya gw untuk meyakinkan diri gw sekali lagi
"Iya Aaaaa.. Aku janji, cuma kamu yang bisa masukin cincin ke jari aku" jawab Putri
"Sayang kamu..." ucap gw lagi
"Aa... udaaaaaah bisa abis nanti sayangnya dikeluarin mulu...haha" canda Putri ke gw
"Ga akan.. aku punya stok kata sayang yang cukup sampai kita mati nanti" jawab gw
"aa.."
"ya.."
"aku juga punya stok kata sayang yang banyak kok.."
"Huuu ga kreatif ngikut mulu, sebanyak apa Put? tanya gw
"sebanyak sampe.... Besok." jawabnya dengan candanya
"Koooookkk besok? aku aja sampai mati kamu cuma sampai besok?" protes gw
"Iya donk Aa.. sampe Besok saat matahari ga keluar lagi di sebelah Barat hahaha.." lanjut Putri meneruskan ucapannya
"Barat? Timur kaleeeeee.... Oon nya masiiihhh ajaaa nih haha" tawa gw
"yeeeee matahari aa mah disebelah barat" jawab putri ngeles
"Dasar kamu..."
"Dasar Aa...."
"Dasarrr kamuuu..."
"Dasaaaar Aaaaaaa...."
"Sayang kamu.."
"Sayang Aa....."
Kemudian kami saling diam, menerima setiap rasa sayang yang barusan diucapkan... sampai akhirnya gw mendengar suara nafasnya..
Putri tertidur..
Gw menutup mata membayangkan gw ada disana,
Menatap Wajahnya..
Memegang tangannya..
Mengelus rambutnya..
dan
Mengecup keningnya..
"Selamat Malam Sayang..." ucap gw pelan dan menutup telfon
.....
.......
.........
Kemudian..
Hari pun berganti lagi, gw bangun terlalu cepat pagi ini, yang biasanya jam 5.30 kali ini gw bangun jam 4.30.
Gw bangun dan gabisa tidur lagi. Hingga beberapa menit kemudian Hp gw berbunyi tanda SMS masuk..
"Aa.. bangguunnn... subuhhh"
Gw membalasnya dan ini percakapan kami di SMS:
"Udah Put, aku udah bangun duluan"
"Bagoossss... Aa.. aku ke kampus pagi-pagi ya? jam 7, aku buru-buru mau ketemu dosen, lupa bilang kamu semalem aa sarapan sendiri yaaaa..."
"Lho emang sarapan sendiri kan? haha. Iya Put tiati ya"
"iya aa. nanti aku kabari kalo udah selesai, Love u"
"Love you too"
Lalu gw mandi dan bersiap untuk mencari sarapan dan langsung berangkat untuk kuliah Pagi.
Jam 07.00
Gw melihat HP, mungkin Putri udah sampai kampusnya dan sekaran glagi bertemu dosennya
Jam 08.00
Gw udah masuk kelas dan mengikuti mata kuliah, masih tidak ada kabar dari Putri. Mungkin belum selesai.
Gw gak mau ganggu dan gw hanya Sms
"Put.. Sarapan ya jangan lupa"
Dan.. tidak ada jawaban darinya.
Jam 09.00
Gw bolak-balik menatap HP gw, ga seperti biasanya, biasanya langsung dibalas meskipun cuma 1 Huruf "Y"
Gw akhirnya mengirimkan SMS berkali-kali
Dan.. Masih tidak ada jawaban darinya..
Jam 10.00
Gw kembali sibuk oleh mata kuliah pemograman gw dan hanya sesekali gw melihat HP.
Jam 10.50
Gw merasakan HP gw bergetar dan gw melihat layarnya..
Ternyata "ARI"
Gw merasa ga penting buat mengangkatnya sekarang, karena gw lagi dalam kelas. Berkali-kali Ari menghubungi gw namun ga gw angkat-angkat.
Lalu
"LISA". ternyata Lisa juga menghubungi gw, tapi juga ga gw angkat. Paling mereka cuma mau merencakan ketemuan lagi, panggilan dari Lisa juga ga gw angkat.
Kamudian..
Gw merasakan HP gw bergetar lagi, dan gw melihat layarnya lagi..
"+6261xxxxxxxx"
DEG.. Gw menatap dan mencerna nomor asing tersebut..
061 sebuah kode area dari Medan. Gw yang mengira ini Putri langsung mengangkatnya walaupun didalam kelas..
"Putriiiii........ kemana aja baru ngasih kabar sekarang?" tanya gw dengan bisik tertahan
"Nak Nanda..." ucap seorang wanita disana
Ternyata bukan Putri yang nelfon gw..
"Iya, saya Nanda, maaf ini siapa ya?" tanya gw masih berbisik
"Ini Tante, Mamanya Putri" jawabnya
DEG.. Perasaan gw langsung ga karuan
"i..iya tante.. ada apa tante?" tanya gw
"Nak Nanda.. Putri titip pesen...." ucap mamanya Putri tertahan
Gw yang mendengar nada suara nya, gw merasakan sesuatu yang terjadi disana
"Kenapa Putri? ada apa dengan Putri? titip pesen apa?" tanya gw dengan suara yang membuat temen-temen gw akhirnya ikut mendengarkan gw berbicara
"Nak Nanda.. Putri kecelakaaan..." jawabnya kemudia
"Apa?" tanya gw sekali lagi ga percaya apa yang gw dengar
"Putri kecelakaan dan......" ucapnya terhenti dan terisak
"dan.. meninggal dunia Nak Nanda... Dadanya hancur tertabrak tidak tertolong lagi" lanjutnya kemudia diiringi dengan suara tangis yang tertahan
"BOHONG!!! TANTE BOHONG!" teriak gw tanpa sadar sehingga seluruh isi kelas kini menengok ke arah gw semua
"Sabar ya..." ucapnya lagi
"BOHONG INI PASTI BOHONG GA MUNGKIN...." teriak gw histeris di telp
",......." gw ga denger pasti ngomong apa berikutnya
"ENGGA.. ENGGA BISA.. KAMI UDAH JANJI SEMALAM TANTE!! KAMI UDAH JANJI GAK MUNGKIN!!"
"Sabar nak Nanda.." tangis mamanya Putri begitu mengetahui gw yang tidak terima
"tante ga berbohong kan sama sayaaaaa...?" tanya gw melemah dan mulai menangis-nangis di telp
"Tidak.. tante menyampaikan ke kamu, karena Putri yang ingin kamu tau, sehingga ga menunggunya lagi..." jawabnya sambil menangis
"engga tante.. engga... bukan ini yang kami inginkan.." kini gw ga peduli keadaan sekitar yang ngeliat gw menangis di dalam kelas
"bisa kamu kesini" pintu mamanya Putri
"bisa tante.. saya sekarang kesana.. tunggu saya ya Tante.. tunggu saya.." pinta gw dan memelas melas
"iya.. kami tunggu.."
Telp pun ditutup.
Setelah akhir pembicaraan tadi, gw menangis ga kuasa buat gw menahannya walau cuma setetes.
Teringat semua pembicaraan kita semalam, tentang janji kita semalam, tentang impian gw, tentang keinginannya, tentang semuanya.. SEMUANYA.
Rupanya pembicaraan kami yang semalam adalah sebuah pertanda..
Putri bilang dia punya stok sayang yang banyak, banyak hanya sampai besok, ternyata benar.. tak perlu menunggu matahari ga terbit dari timur lagi, Besok itu ternyata hari ini.
Gw shock dan mata gw ga bisa ngeliat karena terhalang oleh air mata yang ga berhenti keluar, sampai gw merasakan temen-temen gw menepuk-nepuk pundak gw, mencoba memberikan gw kekuatan dan ketebahan menerimanya...
"Sabar ya Nda..."
"Nda.. Sabar ya Ikhlas.."
"yang Ikhlas ya Nda.."
Itu semua yang hanya gw dengar, mereka ga tau betapa diri gw merasa kehilangan yang sangat-sangat dalam.
Lalu gw berdiri, dan melangkah seperti orang mati keluar kelas.. beberapa temen gw mengikuti gw keluar kelas dengan izin dosen kelas.
Gw berjalan menyusuri lorong kelas dengan insting..
Gw gatau gw mau kemana
Gw gatau harus gimana
bahkan
Gw gatau ini dimana.. Gw..shock...
Yang gw tau berikutnya gw udah dipinggiran tangga darurat, menatap kosong didepannya, gw seperti melihat lubang disana..
Mungkin lebih baik..
Gw..
Ikut mati..
Namun, sebelum gw melangkah lebih lanjut gw ditarik oleh temen-temen gw dan didudukkan oleh mereka
"NDA.. SADARR"
Gw ga peduli
"NDA.. LO JANGAN GINI"
Gw ga peduli
"NDA!! ISTIGFAR, SEBUT NAMA TUHANMU!!!
Gw ga peduli meskipun disebut nama Tuhan
"Dia pergi..." ucap gw kemudian
"Dia.. mati" lanjut gw
Gw kembali berdiri namun ditahan oleh temen-temen gw yang ada disana dan meminta gw untuk minum dan duduk kembali
"NDA.. LO HARUS SABAR DULU"
Pikiran gw udah dipenuhi oleh semua kenangan akan dia, waktu ketemu di bandara dan melewatkan hari-hari selama seminggu disana. kemudian gw teringat..
Putri pernah meminta gw untuk memenuhi semua keinginannya,
Lari pagi sama gw
Dianter kuliah sama gw
Belajar dikelas dikampus sama gw
Dijemput sama gw
Main timezone sama gw
Makan pizza sama gw
Beli Ice cream Cone untuk dimakan sama gw
Potong rambut sama gw
Nonton bioskop sama gw
SEMUA.. SEMUANYA INGIN SAMA GW!!! DAN DIA MEMINTA MAAF UNTUK ITU! MEMINTA MAAF AGAR MENURUTI SEMUA KEINGINANNYA! YANG TERNYATA ITU SEMUA KEINGINAN TERAKHIRNYA!
CUMA SAMA GW..!
Gw kembali nangis, mungkin suara tangisan gw seperti berharap ada seseorang yang mau menolong gw, menarik gw dari keadaan gw yang seperti ini.
"Pinjemin gw uang..."ucap gw ditengah tangisan gw
"Pinjemin gw uang sekarang,, please..pleasee. gw pinjam uang kalian.."
"Berapa Nda..? tanya salah seorang temen gw
"2,5 Juta. Gw ga punya tabungan lagi buat kesana, please pinjemin gw uang kalian semua... berapapun.. berapapun..." pinta gw seperti pengemis
"Gw cuma ada 100" jawab temen gw dan langsung gw rebut uangnya
"Gw 30" jawab temen gw yang lainnya dan langsung gw minta
"Lagi... gw butuh uang beli tiket, sekali jalan juga gapap yang pentin gw sampe sanaa.. bantu gw please.." pinta gw yang ga gw pikirin lagi harga diri gw
Lalu temen-temen gw yang lain menyusul dan berkumpul di depan gw sekarang, rupanya kelas udah usai. Ada yang bilang ke mereka kalau gw ada disini dan menjelaskan masalah yang gw hadapin sekarang.
Mereka pun mulai patungan.
Akhirnya terkumpul uang 2jt sekian,
"Makasih semuanya, gw pasti bayar.. gw pasti balikin uang kalian, gw ga inget semuanya tolong ingetin gw.." ucap gw berterimakasih
"Nda.. balik lagi kesini ya! jangan nekat dan ceroboh lo" ucap temen gw
Gw merogoh saku celana gw dan mencari-cari sesuatu
"Ini kunci kamar kos gw, kalau gw pergi ga balik.. kalian bisa jual seluruh barang gw.. Baju, Komputer, Laptop, semuanya..." jawab gw sambil memberikan kunci kamar gw ke mereka
"Nda.. bukan ini, kita ingin lo hati-hati aja..."
Gw pergi meninggalkan temen-temen gw dan ga mendengarkannya lagi, gw juga ga peduli, meskipun mobil gw tabrakan atau pesawat gw jatoh mungkin itu yang gw harapkan, mereka bisa menjual seluruh isi kamar kos gw.
Gw langsung kebandara menaiki sebuah taksi yang gw minta kecepatan penuh.
Di dalam perjalanan gw udah ga bisa nangis lagi, mungkin air mata gw udah abis karena menangis selama tadi.
Rasa sedih
Rasa kehilangan.. Kini berubah menjadi amarah.
Gw marah karena Putri diambil olehNYA.
Gw mengumpat, gw menggerutu dan gw marah kenapa terjadi sama gw.
Gw yang udah menunggu lama dan baru 10 hari berpisah kini harus terpisah lagi selamanya.
Gw membeli tiket dan beruntung gw mendapatkannya.
Gw menelpon Mamanya Putri dan mengatakan kalau gw sampe mungkin jam 4, dan gw rupanya bakal dijemput disana.
Pemakaman ditunda hingga gw datang.
Kini gw berada di Gate yang sama, waktu gw ketemu dengan Putri setelah 3 tahun berpisah..
Seperti melihat ke masa lalu, gw melihat Putri disana.. dan gw menghampirinya..
Gw menghampiri bangku kosong itu dan memanggilnya seperti yang gw lakukan waktu itu
"Putri...?"
"Putri..? Ini aku.." panggil gw mengulanginya
Dan gw lalu tersadar, itu cuma bangku kosong, gw berhalusinasi.
Gw duduk dibangku itu. dan menunduk menatap lantai seraya berucap sendiri..
"Put.. kenapa kamu ninggalin aku si..."
"Bukannya kita udah janji..."
Gw membuka HP gw dan membuka Inbox dan sent Item..
ternyata..
tidak ada satupun SMS gw yang terkirim.. semua pending.
Kenapa gw ga sadar ternyata pending.
Mata gw kembali berlinang saat memegang HP ini,
Gw membuka Gallery dan melihatnya foto-foto gw terakhir dengannya.. dan gw inget betul kejadian maupun ucapan yang ada sebelum foto itu diambil.
"Put... aku nyusul kamu boleh?" kata gw kepada fotonya dia
Sebuah pikiran gila dari otak gw, membuat gw berhalusinasi lagi
"Tidak Aa.."
"Kenapa ga boleh?"
"Karena Aa masih Hidup aku sudah Mati.."
"Lho? kan Mati bisa ketemu nanti di akhirat.."
"Engga Aa.. setelah mati kita malah masing-masing"
"Kenapa aku ga boleh Mati Put? meskipun nanti masing-masing aku juga bisa nyari kamu seperti waktu di dunia ini kan?"
"engga Aa.."
"Bisa Put, aku bakal cari kamu.. Ijinin aku mati ya?"
"Aa..ENGGA!" ENGGA!"
DEG..
Gw kembali tersadar saat otak gw mulai berpikir ga mungkin.
tersadar mendengar panggilan untuk memasuki pesawat.
..
....
.....
.......
"Pak kita rumah sakit mana?" tanya gw ke seseorang yang menjemput gw di bandara tadi.
"Kita kerumah bang, udah dibawa dari RS ke rumah, tadi pas abang terbang kayanya..." jawabnya
"....."
Gw diam aja,
Sebentar lagi gw bakal ketemu Putri..
dan..
Sampailah gw ke rumah yang gw kenal, tapi kali ini dengan banyak tetangga atau sodara atau yang lainnya didepan rumahnya.
Gw diantar hingga kedalam dan menemui mama papanya.
"Nak...." ucap Mamanya Putri sambil memeluk gw
"Iya tante, saya datang.."
"itu disana..." lanjut mamanya putri kemudian
Gw melihat sebuah bentuk tubuh yang ditutupi oleh kain dari ujung kepala sampai kaki.
Gw melangkahkan kaki..
Perlahan dan Perlahan..
Satu langkah..
Dua..
Tiga..
Setiap kaki yang gw langkahkan, gw coba membuat diri gw tegar.
Namun..
Ketika semakin dekat.. Gw malah terjatuh.. kaki gw lemas.. ga bertenaga.. Tangan dan kaki gw gemetar ga sanggup melangkah.
Gw dibantu oleh Papanya Putri untuk terus mendekati Putri..
Sampai tiba gw disampingnya..
Gw berucap
"Put.. aku datang..."
Saat gw berbicara, gw melihat mamanya Putri menangis lagi
"Put.. maap, aku lupa bawa cincin nya..."
Mamanya Putri semakin menangis, dan Papanya Putri memegang bahu gw erat-erat
"Put...."
Gw pun membuka kain yang menutupi mukanya, saat melihat mukanya..
Akhirnya gw ga sanggup ngomong lagi,
Tumpah semua air mata gw di depan dia,
"Put... maaaf... aku terlambat.." ucap dan tangis gw
Kini yang gw liat adalah Wajah tanpa ekspresi, pucat dan terlihat terluka namun udah bersih..
Matanya menutup rapat
Bibirnya rapat tersenyum kecil
Tidak ada lagi mata yang dulu memandang gw penuh sayang
Tidak ada lagi senyum manis khas ala Putri
Tidak ada lagi suara manjanya yang akan gw dengar lagi
"Put.. aku datang..." ucap gw sekali lagi
Gw tau percuma gw bilang berkali-kali,
Dia sudah tidak melihat
Dia sudah tidak berbicara
dan Dia sudah tidak mendengar.
Mamanya Putri ga sanggup melihat kami berdua dan meninggalkan kami.
Gw membuka AlQuran, dan membuka surat Yasin
"Putri.. Aku ga bisa kasih apa-apa, bahkan aku belum pernah kasih kamu apa-apa,, cuma cincin kaleng yang dulu aku pernah berikan namun cincin itu juga ga aku bawa.." ucap gw kepadanya sambil mencaro-cari surat Yasin dalam AlQuran
"Put.. ini hadiah buat kamu, yang akan selalu aku bacakan setiap malam untuk kamu..." lanjut gw setelah gw berhasil menemukan surat tersebut
"Bismillahirahmanirohin.. Yaasin.. wal Qur'anlihakiim..." gw membaca surat tersebut
Ayat demi ayat gw ucapkan, cuma awalnya aja gw lancar berikutnya.. gw membaca sambil menangis..
air mata dan hidung yang tumpah seiring dengan bacaan yang gw bacakan masuk kedalam mulut gw..
Gw ga peduli rasa nya, gw terus membacanya hingga ayat ke 83, yaitu ayat terakhir.
Di ayat ini gw melihat terjemahannya
"Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
Gw menatap lama arti ayat terakhir ini..
Dan..
Seketika tangis gw berhenti
Gw mengusap seluruh muka gw
dan
manghapus air mata gw
Tidak ada seorang pun yang bisa mencegahnya jika Sang Pencipta meminta Ciptaannya untuk kembali.
Gw menutup kembali kain yang sebelumnya menutupi wajah Putri dan berdiri.
Masih kemas dan gemetar namun gw merasa sanggup untuk berjalan, gw berjalan menhampiri kedua orangtua Putri.
"Om.. Tante.. sudah disolatkan belum? mau dimakamkan kapan?" tanya gw kepada mereka
"Sudah siap, sekarang pun bisa" kata Papanya Putri
lalu kami semua yang ada dirumah ini bersiap untuk menguburkan Putri, karena hari sudah cukup sore maka harus disegerakan.
Gw ikut membawa tandu dengan Putri diatasnya.
Gw mau melakukan hal terakhir yang bisa gw lakukan untuknya,
Gw membawa tandu sampai ke kuburan dan gw ikut turun kedalam lobang kuburan untuk membantu meletakkan jenazah Putri didalamnya.
Gw memeluk kakinya..
Gw membantu nya ke posisinya dan gw memberikan senderan dikepalanya.
Seperti ada sesuatu yang menguatkan gw untuk melakukan itu semua setelah membaca ayat terakhir tadi.
Setelah itu semua gw menjadi orang terakhir di dalam kuburan untuk naik keatas, dibantu dengan yang lainnya gw naik ke atas. dan mencari pacul namun dicegah oleh Papanya Putri.
Tanah demi Tanah dijatuhkan kedalam Lobang tempat Putri berada..
Menutupi setiap bagian tubuhnya
semakin tinggi tanah yang menimpanya..
Hingga sebuah batu nisan tertancap diatasnya..
Disini terbaring
Putri Novita
Gw menaburkan bunga dan air diatasnya..
menaburkan bunga di setiap jengkal ujung nisan hingga kaki..
Lalu Prosesi pemakaman pun dimulai..
Gw berdoa tak henti-henti untuk mempersembahkan rasa Cinta gw di dunia ini untuk yang terakhir kalinya.
Kemudian prosesi pun selesai.
Satu persatu orang-orang meninggalkan Putri disini
"Sudah Nak.. kita pulang, Putri udah tenang.." kata Papa nya kemudian
"Iya om, duluan aja saya nanti nyusul " jawab gw sambil memegang nisannya
"Oke.. kami duluan, kami tunggu ya dirumah"
"Baik om, tante"
Setelah semuanya pergi,
Matahari mulai menghilang
"Put.. seperti kata kamu.. stok kata sayang kamu habis seiiring matahari ini"
Gw kembali menaburkan bunga di atas nisannya
"Put.. Aku ga akan melupakanmu.. Selamanya.."
"Selama matahari masih bersinar dan memancarkan sinarnya, aku anggap sinar itu lah Kata sayang dari kamu, setuju ya Put?"
"Put.. Aku sayang Kamu.."
"Aku sayang kamu banget...."
Lalu gw bersenandung..
menyanyikan sebuah lagu terakhir kami, saat gw menyatakan cinta
"Now and Forever"
Whenever I'm weary from the battles that rage in my head
You make sense of madness when my sanity hangs by a thread
I lose my way but still you seem to understand
Now and forever I will be your man.
Sometimes I just hold you
Too caught up in me to see
I'm holding a fortune that heaven has given to me
I'll try to show you each and every way I can
Now and forever I will be your man
Now I can rest my worries and always be sure
That I won't be alone anymore
If I'd only known you were there all the time
All this time
Until the day the ocean doesn't touch the sand
Now and forever I will be your man
Matahari pun tenggelam

No Response to ".::Have I Told You Lately That I Love You::. Part 81"
Posting Komentar